Cara baru memanipulasi pasar mata uang kripto: media AS menerima surat palsu


Sejumlah surat kabar dan media terkemuka AS menerima sebuah email yang menyatakan bahwa otoritas Hong Kong dan China akan bekerja sama memperkenalkan langkah-langkah keras yang baru untuk mengatur mata uang kripto di wilayah China dan Hong Kong.

Menurut laporan tersebut, Otoritas Moneter Hong Kong (HKMA) dan Bank Sentral Rakyat China (PBOC) akan mengumumkan pengenalan peraturan baru pada 14 Februari.

Langkah-langkah baru akan diperkenalkan dalam kerangka kerja kebijakan melawan pencucian uang, serta melawan "semua jasa yang berhubungan dengan mata uang virtual dan aktivitas perorangan serta lembaga yang sah secara hukum, termasuk pencipta pasar, operator penambangan, platform trading dan dompet mata uang virtual."

Namun, para perwakilan regulator keuangan Beijing dan Hong Kong tidak mengkonfirmasi informasi ini, namun melaporkan bahwa langkah-langkah tersebut tidak direncanakan dan bahwa surat tersebut palsu. Informasi ini disampaikan oleh kantor berita South China Morning Post.

Salah satu pejabat regulator tersebut mengatakan bahwa sebuah kotak surat elektronik diretas pada PBoC cabang Hefei dan surat palsu dikirimkan dengan menggunakan kotak surat tersebut.

Para ahli mengatakan bahwa pengiriman surat palsu tersebut dilakukan dengan tujuan untuk memberikan dampak negatif pada pasar mata uang kripto. Sehingga, penyerang peretasan yang membuka penjualan bitcoin dan mata uang kripto lainnya, dapat menghasilkan keuntungan.

Saya tidak dapat mengatakan dengan pasti bahwa beginilah cara kerjanya. Mereka dapat meraih keuntungan dari terjemahan yang salah dan pemilihan kata-kata yang ambigu. Tentu saja mereka dapat menyebabkan kepanikan," kata Leonhard Wiz, presiden Asosiasi Bitcoin Hong Kong. Praktik-praktik tersebut, menurut para ahli dapat memanipulasi pasar yang anggota-anggotanya sangat mudah panik.

Perlu diingat bahwa otoritas Hong Kong menganut kebijakan yang lebih mendukung mata uang kripto dibandingkan dengan otoritas dari negara lain seperti Korea Selatan dan China.

Komentar