Seorang investor China meminta ganti rugi dari trading bitcoin melalui sidang


Investor China Van Te Liang mewajibkan bursa pertukaran Houbi untuk membayar ganti rugi sebesar 400.000 yuan melalui sidang.
Menurut laporan dari News.Bitcoin, investor malang tersebut kehilangan sejumlah uangnya saat melakukan penawaran (bidding) di bursa tersebut.

Wang mengatakan bahwa pada Oktober 2016, ia menyetor 1,4 juta yuan ke bursa Houbi agar dapat terlibat dalam aktivitas investasi dan menghasilkan profit dari perdagangan bitcoin. Namun, investor tersebut gagal mengatasi tekanan dan ketakutan akan kehilangan uang yang berkaitan dengan aktivitas tersebut, sehingga pada akhirnya berhenti trading dan menarik sisa dananya.

Dalam tuntutan hukumnya, Van bersikeras bahwa transaksinya pada bursa saham tidak dapat disahkan karena bitcoin bukanlah alat pembayaran dan mata uang tersebut sama sekali tidak ada.
 
Perwakilan Huobi merespon bahwa, pertama, Wang Te Liang sebagai seorang investor harus memahami apa itu bitcoin. Kedua, Houbi berperan hanya sebagai perantara antara trader yang bekerja pada platform tersebut. Houbi tidak menetapkan harga Bitcoin, itu (penetapan harga) dilakukan oleh pasar.

Selama sidang, Pengadilan Rakyat Distrik Haidian memutuskan untuk menolak tuntutan hukum Van Te Liang:

"Saat trading bitcoin, diasumsikan bahwa pengguna sepenuhnya memahami risiko yang dapat terjadi. Mereka seharusnya berinvestasi hanya dengan jumlah yang sanggup mereka lepaskan, dan mengambil tanggung jawab penuh."

Menurut hakim, bitcoin tidak memiliki nilai dan bukanlah sebuah komoditas. People's bank of China tidak berhak menganggap bitcoin sebagai komoditas virtual, oleh karenanya bursa Houbi tidak dapat memperdagangkan bitcoin namun hanya memberikan layanan trading.

Komentar