Long Blockchain Corporation - es teh berbasis teknologi blockchain!


Perusahaan Amerika Long Island Iced Tea Corp, yang memproduksi minuman ringan, mengubah nama menjadi Long Blockchain Corporation. Hasilnya, nilai saham perusahaan tersebut naik 432% dalam sehari. 

Manajemen Long Blockchain Corporation menyatakan bahwa perusahaan akan tetap memproduksi minuman ringan berbahan dasar teh, namun juga akan mulai mempelajari dan menggunakan peluang-peluang dari blockchain. 

"Kami memandang pencapaian teknologi blockchain sebagai kesempatan langka dan memutuskan untuk memecah strategi bisnis kami sehingga dapat mengambil keuntungan dari teknologi tersebut. Dalam beberapa pekan dan bulan selanjutnya, kami akan mengambil serangkaian langkah untuk mengumpulkan sebuah tim yang terdiri dari para profesional kelas dunia yang akan membantu kami mewujudkan visi ini," kata pimpinan perusahaan Philip Thomas.

Saat ini, perusahaan tersebut belum terlibat dalam investasi mata uang kripto dan start-up blockchain.
Pernyataan keras mungkin tetap tidak ada artinya dan perubahan hanya terbatas pada merek. Meski begitu, Long Blockchain Corporation mengklaim akan mempelajari "potensi kemitraan, investasi atau akuisisi" dalam industri blockchain. Semua pembahasan ini masih berada pada tahap awal dan belum ada kepastian perjanjian yang sebenarnya akan tercapai.

Pada Desember, harga saham perusahaan minuman lain melonjak. Hong Kong Sky People Fruit mengubah nama menjadi Future FinTech. Setelah itu, muncul rumor terkait ketertarikan perusahaan terhadap teknologi blockchain dan mata uang kripto. Hasilnya, harga saham perusahaan naik lebih dari 200%. 

Longfin Company mengumumkan pembelian sebuah start-up blockchain. Dua hari setelah berita ini rilis, harga saham perusahaan tersebut naik 1342%.

Komentar