Apakah kontrak pintar itu?


Halo! Dalam artikel ini, mari membahas mengenai kontrak-kontrak pintar. Ruang informasi dalam bidang mata uang kripto terkadang penuh misteri dan membingungkan. Para pengguna tidak paham dengan pasti apa arti dari istilah-istilah yang ada dalam bidang tersebut, dan semakin kompleks gagasannya, semakin sulit untuk memahaminya. Kontrak pintar adalah salah satu istilahnya. 

Banyak yang mengetahui bahwa salah satu unit Ethereum 0,000001eth disebut sebagai Szabo. Namun, hanya beberapa orang yang mengetahui alasannya. Nick Szabo, seorang ilmuwan dalam bidang ilmu komputer dan kriptografi menciptakan istilah kontrak pintar pada 1994. 

Istilah kontrak pintar itu sendiri mengatakan bahwa kontrak memberikan beberapa peluang yang tidak biasa. Secara umum, kontrak pintar dieksekusi oleh mereka sendiri! Dalam bentuk dasarnya, kontrak terdiri dari sebuah transaksi sederhana yang dipicu oleh sebuah peristiwa, sebagai contoh, transaksi yang sama. 

Tujuan dari kontrak pintar adalah untuk menghindari kebutuhan akan pihak ketiga. Pada kondisi normal, transfer dana bersyarat hanya dapat dilakukan dengan bantuan perantara yang menyimpan dana. Dana ini akan ditransfer segera setelah syarat-syarat transfer dipenuhi. Kontrak pintar membantu pelaksanaan transfer tersebut tanpa perantara dan biaya tambahan. 

Sebagai contoh: anda mengakhiri sebuah transaksi, untuk itu anda mencari seorang notaris atau seorang pengacara, membayar jasa mereka dan menunggu pemeriksaan dokumen. Jika syarat transaksi tidak terpenuhi, anda perlu mengajukan ke pengadilan, menghabiskan waktu pada prosesnya dan membuktikan keabsahan dokumen, lagi-lagi menyewa jasa pengacara. Saat menggunakan kontrak pintar, semua ini dapat dihindari. Kesepakatan yang tunduk pada semua ketentuan, akan dibuat secara instan, jika tidak kontrak tidak akan dimulai.

Contoh sederhana kontrak pintar adalah ICO (initial coin offerings = penawaran koin perdana) - sebuah metode pendanaan bersama untuk penyelenggaraan start-up. Berdasarkan pada peraturan yang diumumkan (memorandum), investor mengirimkan dana ke akun yang terkait dengan kontrak pintar dan menerima token (koin) yang berperan sebagai saham dari perusahaan start-up ini sebagai gantinya. 

Terdapat dua jenis kontrak pintar: bersyarat dan tanpa syarat. Perbedaannya terletak pada persyaratan untuk mengeluarkan tindakan tertentu. 

Kontrak pintar bersyarat berdasarkan pada kerja data blockchain dan dari sana menerima semua informasi yang dapat ditunjukkan oleh transaksi, tinggi blok, eksekusi kontrak lainnya, dll. 

Kontrak pintar tanpa syarat bekerja pada informasi di luar blok. Data apapun, dari hasil pertandingan bisbol sampai hasil pemilihan presiden di Namibia. Namun, untuk performa kontrak seperti ini, dibutuhkan kehadiran oracle terpercaya - sebuah sumber informasi yang diterima oleh kedua belah pihak yang bertransaksi. Terdapat juga metode desentralisasi, contohnya, kelompok pemegang token memberikan suara dan pada akhir dari voting tersebut kontrak pintar dikeluarkan. 

Sistem kontrak pintar juga dapat digunakan untuk tugas yang lebih kompleks, seperti membangun aplikasi terdesentralisasi. Dalam jaringan Ethereum, hal ini sukses diterapkan di banyak proyek. 

Prospek:
Kontrak pintar berdasarkan pada kriptografi akan memberikan keamanan yang lebih baik untuk transaksi, menurunkan atau menghapus biaya dan dapat menjadi mandiri, sebagian atau sepenuhnya. 

Kelemahan:
Penggunaan meluas kontrak pintar dapat mengarah pada terhapusnya sejumlah besar pekerjaan administratif dan melemahnya institusi sosial yang diciptakan oleh manusia selama bertahun-tahun dan beberapa generasi.  

Komentar