Tambang ASIC


Dua tahun yang lalu, tidak ada yang percaya bahwa alat seperti ASIC ada. Semua orang berpikir bahwa ini adalah jenis alat mistis yang mampu menghasilkan bitcoin dengan menggunakan daya dari komputer, karena mereka sendiri menggambarkan diri sebagai daya yang berkelanjutan. Ini adalah kasus dengan SHA-256. Diyakini bahwa Scrypt dilindungi dari bentuk alat semacam itu dan setahun yang lalu semua orang mengatakan bahwa tidak akan ada ASIC untuk Scrypt. Namun saat ini, pasar dipenuhi oleh keduanya. Dengan semua sesuai urutan, hal yang paling menarik tentang ini semua adalah industri keseluruhan dikembangkan dengan antusiasme murni, biaya minimal dan tanpa menarik investor besar. Ini adalah beberapa cerita perusahaan yang merupakan sumber dari pembuatan alat-alat ASIC.

Butterfly Labs (BFL)
 

Perusahaan pertama yang mulai mengambil pre-order untuk alat-alat ASIC di tahun 2012 adalah Butterfly Labs (BFL). Perusahaan tersebut memiliki reputasi serta pengalaman dalam bidang pertambangan FPGA. Dikarenakan hal ini, pada hari pertamanya, perusahaan tersebut berhasil menekan pre-order yang bernilai sebesar $250.000. Garis produknya terlihat seperti ini: $149 untuk Jalapenos, dengan performa 4,5 GH/s; $1299 untuk SC Single di 60GH/s; dan untuk $30.000 memungkinkan untuk memesan SC MiniRigs raksasa dengan performa 1500GH/s. Harga ini memungkinkan para penambang untuk menghasilkan 20-50 kali lebih bitcoin per investasi dollar dibandingkan dengan GPU dan penambang FPGA. Tahapan pertama dari proses teknologikal memakan biaya perusahaan sebesar 500.000 dollar (merancang mikro sirkuit dan membuat masker litografik untuk proses teknologi 65 nm), yang dipasangan dengan pre-order.
  • Setiap chip BFL berisi 16 pipa saluran yang digunakan sepenuhnya untuk menghitung SHA 256, yang setara dengan performa FPG 16 menengah sampai tinggi yang sesuai dengan 1 ASIC. Pada waktu yang bersamaan, ukuran chip hanya 10x10 mm di paket BGA.
Perusahaan berencana untuk memulai pengiriman ASIC secepatnya di awal November 2012, namun dikarenakan permasalahan di pabrik, dimana pertemuan dilakukan, dan permasalahan dengan BFL sendiri, ketentuannya berubah secara konstan. Sebagai hasilnya, sebulan sebelum rilisnya ASIC, konsumsi daya yang disebabkan dari 0,8W ke 1 GH/s lj 1,2 W. Sehingga, konsumsi energi 4-8 kali lebih tinggi dibandingkan rencana sebelumnya. Dikarenakan hal ini, penting untuk mengurangi frekuensi jam dari 500 mhz menjadi 250 mhz, yang menyebabkan perubahan terhadap seluruh peralatan yang didesain untuk chip seperti itu. Hal ini mengarah kepada fakta bahwa dibandingkan chip tunggal, untuk mencapai performa yang sama, dibutuhkan dua. Sebagai hasilnya, konsumsi daya dari 1 GH/s telah tumbuh menjadi 6W. Baiklah, sebagaimana yang seringkali terjadi dengan chips Tiongkok, tidak semuanya berfungsi. Hanya 60% dari seluruh bagian diperoleh dari 100% pekerja. Dalam kasus lain, dari 1 sampai 4 saluran pipa tidak bekerja dari 16 saluran pipa. Semua kegiatan ini mengarah pada fakta bahwa pelanggan menerima peralatan yang mereka bayarkan dengan penundaan selama lima bulan. Situasi ini terjadi sampai Agustus 2013. Pelanggan hanya dapat melihat perubahan pada harga bitcoun dan profit terhitung yang hilang. Saya harus mengatakan bahwa gagasan keseluruhan pada awalnya sangat optimis dapat diterima. Dengan mempertimbangkan fakta bahwa Intel yang sama memakan waktu satu tahun untuk meletakan uji sampel terhadap produksi massa.


ASICMINER
 

Segera setelah BFL mulai memesan pre order untuk alat-alat mereka, ASICMINER didirikan oleh tiga warga negara Tiongkok. Motivasi paling kuat adalah agar tidak membiarkan BFG seorang diri menguasai pasar penambang ASIC. Perbedaan dari perusahaan baru ini mereka belum mempunyai reputasi ataupun harta benda seperti BFL. Pendanaan untuk pengembangan dan produksi pertambangan ASIC dikumpulkan secara eksklusif melalui forum-forum di internet dimana para pendiri ASICMINER menjawab ratusan pertanyaan terkait detail teknikal, model bisnis dan kehandalan finansial mereka.
  • Perusahaan terdaftar pada 18 Juli, secara sah berlokasi di Shenzhen, bagian Selatan China. Sebuah kontrak yang ditanda-tangani oleh manufaktur chip dan file-file teknologi yang dibutuhkan untuk memulai desain chip didapatkan. Pada tanggal 29 Juli, versi pertama dari desain ini telah siap, yang seharusnya memberikan performa sebesar 1,25 GH/s untuk setiap chip, dengan proses teknologi sebesar 130 nm, area chip sebesar 17,5 mm2. Begitupun dengan konsumsi daya sebesar 13,3 W. Proses 130 nm dipilih karena biaya pengembangan modal yang rendah mencapai sekitar $150.000. Menurut berita, rute desain industri yang standard digunakan: Verilog, simulasi di VCS, sintesis berbasis Verdi, IC Compiler untuk penelusuran dan penempatan, Caliber untuk memeriksa aturan desain (DRC) dan lain sebagaianya. Seperangkat lisensi untuk pendanaan ini akan memakan biaya yang cukup banyak di AS atau Eropa, namun di China baik lisensi maupun tenaga kerja lebih murah.
Perusahaan berhasil untuk menghasilkan dana melalui IPO yang dilakukan melalui bursa online GLBSE, yang melakukan trading menggunakan bitcoin. Dari 400.000 saham, para pemegang saham memiliki hak tidak lebih dari 200.000 pada harga 0,1 bitcoin per saham. Ini seharusnya menambang peralatannya sendiri pada awalnya dengan kapasitas total sebesar 12 TH/s dan pada saat itu memulai penjualan chips langsung dan peralatan untuk pembeli langsung. Profit seharusnya dibagikan kepada para pemegang saham berdasarkan saham mereka di perusahaan tersebut.


Komentar