Sejarah dan rincian mata uang kripto


 Dalam artikel ini, saya akan mengungkapkan seluruh rahasia dan perbedaan dari mata uang kripto. Sedikit demi sedikit banyak informasi yang beredar dan banyak dari informasi tersebut yang terkait dengan istilah lainnya sementara kata-kata lain tidak dimengerti oleh sebagian orang. Saya akan mencoba untuk memperhatikan setiap momennya. Pada umumnya, saya akan melakukan yang terbaik sehingga semua orang dapat mengerti.

Saya sendiri saat bergabung dengan topik ini harus membaca banyak sumber sebelum saya dapat
menemukan materi yang layak yang dapat menjelaskan poin-poin sulit cara kerja mata uang kripto.

Jadi, apa sebenarnya mata uang kripto itu dan mengapa ia diciptakan?

Sesuai dengan namanya, mata uang kripto adalah sebuah alat pembayaran dalam format digital dan
diciptakan berdasarkan metode kriptografi. Sederhananya, enkripsi data.


Fitur utama mata uang kripto adalah:

1. Desentralisasi lengkap sistem moneter. Seluruh transaksi termasuk perilisan mata uang baru terekam dalam riwayat berbagi yang dapat diakses oleh setiap pengguna. Jika diminta, anda dapat melacak jejak tiap unit hingga unit tersebut muncul. Oleh karena itu, mustahil untuk memalsukan mata uang kripto. Riwayat transaksi tidak dapat dihapus sepenuhnya karena tersimpan dalam komputer dan server jutaan pengguna di seluruh dunia.

2. Anonimitas sempurna operasional. Satu-satunya hal yang pengguna lainnya ketahui mengenai anda adalah serangkaian simbol dan nomor dompet yang didaftarkan oleh author tanpa nama;

3. Minim volume. Mata uang kripto terbatas. Contohnya, masa berlaku sebuah bitcoin adalah hingga 2131. Hal ini menentukan batasan pada kecepatan perilisan mereka dan biaya sumber daya yang besar untuk menciptakan unit mata uang yang baru;

4. Komisi minimun untuk melaksanakan transaksi karena tidak melalui mekanisme pembersihan
(clearing) dalam susunan omset mata uang kripto.


Bagaimana mata uang kripto bermula?


Basis dari mata uang kripto dirancang oleh Satoshi Nakamoto pada 2009. Nama samaran yang digunakan oleh seseorang yang diduga adalah sebuah tim yang terdiri dari beberapa developer yang tersembunyi. Sedangkan gagasan mata uang kripto “b-money” dijelaskan oleh Wei Dai pada 1998. Ia menciptakan mata uang kripto Bitcoin pertama dan menno Satoshi Nakamoto. Akibatnya, istilah-istilah baru muncul, seperti pertambangan (ekstraksi mata uang), dan penambang (secara langsung si penerima).
 Setelah itu, mata uang kripto lainnya mulai bermunculan dan kini terdapat lebih dari 12 mata uang kripto. Kita juga akan membahas mereka, namun saya akan membahasnya dalam topik terpisah. Jadi, tiap artikel mengandung penjelasan yang luas dan untuk mempelajari dan memahaminya dengan lengkap, penting untuk memiliki pengetahuan dasar.

Bagaimana cara kerjanya?


Sebuah jaringan cryptocurrency terdiri dari komputer-komputer sukarela yang dapat (namun tidak
diwajibkan) untuk mendukung jaringan tersebut, yang memerlukan tenaga komputer yang dimilikinya.
Seseorang yang mengisi komputernya dengan pekerjaan untuk peningkatan jaringan menyandang
kehormatan sebagai “penambang”.

Singkatnya: Penambang memeriksa validitas transaksi dan mengkonfirmasinya dengan menyimpulkan informasi yang relevan dalam blok-blok.

Kini jelaskan dengan istilah sederhana:

Pada awalnya hal tersebut akan sulit, namun cobalah mengingat istilah-istilah yang disebutkan. Semakin sering kita membahasnya, maka semakin mudah bagi Anda untuk mengerti.

“Alice mengirimkan satu koin kepada Bob. Klien, (program yang mengizinkan pengiriman koin) Alice mengirimkan informasi kepada jaringan: alamat N ingin mentransfer sejumlah X kepada alamat M. Informasi ini tidak dikirimkan pada semua orang. Secara individual, ia dapat diterima oleh setiap penambang. Lebih lanjut, penambang mengkoleksi informasi mengenai transaksi terkini dan mencoba untuk menemukan blok. Apa yang tersembunyi di balik kata-kata ini?
Setiap transaksi memiliki pengenal – kurang lebih, pengenal terdiri dari campuran kolom “dari mana”, “di mana”, “seberapa banyak”. Setiap saat, setiap anggota jaringan mengetahui blok terakhir yang ada dan pengenal-hashnya. Penambang mengkoneksikan hash dari seluruh transaksi baru yang dikenal, hash blok sebelumnya, dan sesuatu yang lain dalam “pembelian” blok, dan menghitung hash dari semua ini.


Sebuah block dianggap ditemukan apabila hashnya kurang dari angka manapun. (Ini adalah
pernyataan yang paling penting, disarankan agar Anda membacanya beberapa kali.)”
Dan untuk mencapai hal ini, hanya ada satu jalan: menggantikan seluruh angka selanjutnya menjadi
“sesuatu” (dengan cara yang cerdas – di kolom “nonce”) dan periksa. Tidak cocok? Pilih nonce lainnya?
Tidak berhasil? Biarkan saja, kita harus memeriksa beberapa opsi lagi....

Contohnya, untuk sekarang ini pada Bitcoin istilah “beberapa” berarti puluhan miliar dari miliar.

Dan kini – hore! - kita berhasil menemukan angka ajaibnya, yang ketika dimasukkan pada kolom “nonce” akan memberikan hash yang diinginkan. Informasi pada blok baru dikirimkan pada jaringan. Penambang lainnya memeriksa apakah blok benar-benar ditemukan (yang dibandingkan dengan penemuan blok, tidak memerlukan pengeluaran apapun) dan mereka menganggapnya sebagai yang terakhir. Sehingga, rantai blok (blockchain) telah terbentuk, yang menyimpan informasi mengenai transaksi. Perhatikan bahwa sekuens ini bersifat kronologis menurut definisinya! Setelah itu, setiap blok menyertakan hash dari blok sebelumnya, yang membuktikan bahwa blok sebelumnya telah ditemukan. Maka, seluruh transaksi pada blok N dijamin akan terjadi lebih awal dibandingkan seluruh transaksi pada blok N + 1.

Akan tampak seperti itu, namun apa alasan dibalik mengapa penambang mengisi daya komputer mereka untuk menyentuh kode yang tidak dibutuhkan kepada setiap orang? Dan fakta bahwa saat menciptakan sebuah block, transaksi secara otomatis tercipta “entah berasal dari mana”, memberi penghargaan bagi penambang yang dibedakan. Jumlah kompensasi dikurangi setengah setiap empat tahun sekali, yang artinya volume peredaran koin tidak dapat melebihi yang sebelumnya diketahui. Sangat (cerdik!) memecahkan dua masalah sekaligus:
1. Peserta memperoleh motivasi untuk mendukung jaringan, dan penghargaan secara langsung
sepadan dengan investasi dalam peralatan (semakin canggih komputernya, semakin cepat perhitungan per detik, kemungkinan setiap orang akan semakin mengejar blok selanjutnya);
2. Masalah diselesaikan secara baik dan jujur (Siapa yang seharusnya memperoleh uang cetakan terbaru?) Tepat sekali: yaitu mereka yang paling berupaya untuk memelihara keseluruhan sistem!).



Mari ingat satu aspek penting lainnya: penambang tidak menyertakan semuanya kedalam blok. Transaksi baru diperiksa, dan jika tidak ada cukup dana dari pengirim, transaksi tidak akan masuk ke dalam blok. Pola dari setiap koin dapat ditelusuri kembali pada saat pertama diciptakan. Jika koin bukan reward kepada penambang untuk salah satu dari blok sebelumnya (tidak ada cara lain untuk penerbitan!). Transaksi dengan keikutsertaannya tidak akan dikonfirmasi. Inilah alasan mengapa tidak mungkin untuk mencetak sejumlah bitcoin untuk anda pribadi. Meskipun faktanya bahwa, ini benar-benar hanyalah urutan dari bit. Urutan (sequence) dapat disalin, namun hanya akan menggunakan jaringan palsu yag tidak akan diizinkan.

Sekarang kita beralih ke pertanyaan mengapa tidak 'hash' yang dianggap benar, namun hanya 'hash' dari jenis tertentu?

Alasannya adalah, tanpa membatasi kecepatan dari menemukan blok, mata uang kripto tidak akan ada. Jaringan skala global, diciptakan untuk ribuan transaksi per detik (level Visa), tidak bisa berdasarkan atas anggapan bahwa seluruh peserta dalam jaringan secara instan dan di waktu yang bersamaan dapat menerima informasi transaksi dari seluruh dunia. Ini memerlukan beberapa detik, atau bahkan menit. Ini memerlukan waktu dan juga penambang harus mencapai konsensus mengenai hitungan unit terakhir. Jika blok muncul setiap detik, mereka tidak akan dapat melakukan transaksi. Selain itu, satu dari properti utama – dalam prinsip emisi terbatas – mekanisme perubahan mata uang kripto diperlukan untuk kompleksitas menemukan blok.

Tentunya, apa yang terjadi jika seseorang membeli komputer yang sangat canggih dan menembus blok dalam jumlah banyak setiap detik? Tidak cukup berapa banyak “hashes” yang memungkinkan untuk di atur dalam waktu sedektik bahkan dengan komputer dan listrik yang memadai. Namun tidak, angka tidak akan bekerja. Setiap blok 2016, jaringan secara otomatis mengubah target (target) – angka dimana cikal bakal “hash” dibandingkan. Jika penambang secara besar-besaran membeli peralatan mahal dan mulai menemukan blok lebih banyak setiap 10 menut sekali, akan lebih sulit untuk menemukannya. Jika, sebaliknya, banyak yang telah kecewa dengan mata uang kripto dan telah menyerah, menemukan blok menjadi lebih mudah. Sistem memiliki pengaturan pribadi.

(Grafik kompleksitas cryptocurrency nomor dua - Litecoin)

Namun apa yang terjadi jika dua penambang secara bersamaan menemukan dua blok berbeda?
Bagaimanapun, seluruh informasi dari yang dikumpulkan oleh blok beragam antara satu dengan yang lain (seseorang berhasil memperoleh satu transaksi, beberapa untuk yang lainnya), dan kita tahu bahwa perubahan setidaknya satu bit – maka hash akan berubah tanpa dikenali. Setelah Bagaimanapun, bahkan untuk data input identik, terdapat dua peluang bebeda, yang memberikan hasil sesuai. Blok mana dalam situasi ini yang tepat?

Ini dan masalah lainnya akan kita bahas dalam artikel berikut. Dimana kami akan mencoba menggali
lebih dalam topik mengenai mata uang kripto hingga unsur terakhir dari mosaik pada tempatnya dan
pemahaman menyeluruh dari prinsip kerja yang akan datang.

Sumber berikut digunakan dalam menulis artikel ini:
1. http://serj-nickel.livejournal.com/331126.html
2. http://brokers.ru/articles/article/interesno-o-kriptovalyute#.VJLP3R8r-jQ
3. Beberapa berasal dari Wikipedia.

Saya membaca ulang berbagai forum dan situs lain sebelum saya cukup memahami apa yang saya coba jelaskan dalam bahasa teknis.
Keberuntungan terbaik bagi anda dan sampai bertemu di artikel selanjutnya.


Komentar