Kripto Algoritma untuk Pertambangan


Banyak di antara kalian mungkin bertanya-tanya dimulai dari “Bagaimana cara bekerjanya?”. Saya akan coba menjawab pertanyaan dalam cara yang paling tepat dan mudah dipahami. Tidak salah lagi, algoritma dan hal lainnya berhubungan dnegan topik ini, mereka memiliki awalan kripto. Ini bukan terjadi begitu saja. Maka, agar dapat memahami sepenuhnya – anda perlu mengarungi ke seluk beluk mnegenai istilah kriptokurensi seperti SHA-256, Skrip, RIPMD-160, base58check, dll. Saya memutuskan untuk mengumpulkan semuanya dalam satu artikel. Karena materinya tidak akan terlalu banyak dan cukup terlibat satu sama lain. Dan anda juga dapat membandingkan dan mengidentifikasi kelebihan dan kekurangan dari setiap metode.

SHA -256

Ada satu hal yang menarik mengenai ini. Ini bahkan belum pernah terlintas di benak anda, namun anda menggunakan algoritma ini setiap hari, menggunakan internet. Setiap saat anda menuju ke sebuah situs yang dilindungi oleh sertifikat SSL, algoritma SHA-256 digunakan. Sebagai tambahannya, algoritma ini menggunakan protokol SSH, PGP, dan beberapa yang lainnya. Namun demikian, kami tertarik mengenai dalam peranan apa algoritma ini bekerja dalam pertambangan.

Sejarah singkat
SHA-256 adalah fungsi campuran kriptografik. Fungsi ini dikembangkan oleh National Security Agency AS.
  • Tugas utama dari fungsi campuran adalah untuk mengembalikan (atau mencampurkan) serangkaian item data yang berubah-ubah ke dalam nilai yang memiliki besaran tetap “ciri khas” atau “singkatan”). Nilai ini akan secara jelas mencirikan serangkaian data awal (berfungsi sebagai tanda tangan), tanpa kemungkinan mengekstrak data awal ini. (Sumber: Wikipedia).
Terlihat terlalu sistematis, kan? Sekarang, mari pahami apa maksud dari semua ini.

Ketika menguasai kriptonim, SHA-256 menyelesaikan tugas dengan bantuan prosesor (CPU), kartu video (GPU) atau alat-alat spesial seperti ASIC. Bagaimana solusi dari masalah ini: Maka, lahan (tempat dimana para penambang berkumpul untuk menggabungkan kapasitasnya menjadi satu tambang galian yang besar, lebih cepat dan efisien) memberikan kami blok baru, yang terdiri dari serangkaian data besar. Dari ratusan bahkan jutaan kalimat. Namun demikian, blok ini diwakilkan oleh satu garis saja. “Tanda tangan digital” miliknya – blok transaksi berikutnya dengan angka acak yang ditambahkan ke dalamnya. Kalimat ini disebut CAMPURAN.

Untuk menemukan campuran yang diinginkan untuk blok baru tersebut, anda perlu menyelesaikan banyak masalah dengan cara mencari. Ini karena kita mencari campuran spesifik yang memulai pada nomor tertentu dari nol. Kemungkinan bahwa campuran yang dihasilkan secara tidak sengaja akan memiliki nomor-nomor nol yang diperlukan di awal – sekitar 1 sampai 1.000.000. Semuanya tentu saja bergantung pada kerumitan parameter yang ditetapkan oleh lahan. Setelah itu, untuk memahami apakah hal itu akan beralih kepada anda atau tidak – itu tidak mungkin. Dengan komputer yang mampu mengkalkulasi kombinasi seperti itu, semuanya menjadi lebih mudah.

Secara alami, untuk meningkatkan kesempatan anda, peralatan yang kuat diperlukan. Namun akan selalu ada mereka yang memiliki lebih. Ini bukan berarti anda tidak memiliki kesempatan. Faktanya, masih ada kesempatan. Contohnya, dalam kriptokurensi “muda”: seperti peercoin, namecoin, zetacoin, ocoin, tekcoin, dan belasan lainnya. Atau dalam kerja sama dengan lahan.

Inilah mengapa, mungkin, segalanya ada di SHA-256 dan sekarang kita beralih ke algoritma berikutnya.

Skrip


Skrip adalah algoritma paling populer kedua dalam dunia kriptokurensi. Algoritma ini diciptakan secara spesifik untuk merumitkan proses penggalian kriptokurensi. Algoritma SHA-256 bermigrasi dengan sangat cepat dari CPU menjadi kartu video (GPU) dan ke alat perangkat keras yang dapat diprogram (FPGA), dan nantinya ke alasan yang lebih khusus chips ASIC untuk proses ini. Hal ini karena penghitungan semacam itu dilakukan pada alat-alat tertentu dengan lebih cepat.

Dan untuk tujuan ini, algoritma pencampuran Skrip diciptakan, yang mana (setidaknya secara teori) akan mempersulit implementasi perangkat keras dengan cara mudah yaitu meningkatkan kapasitas perangkat keras yang diperlukan untuk proses penghitungan.

Pada prinsipnya, pertambangan Skrip berbeda sedikit dari pertambangan bitcoin pada umumnya (SHA-256):
  • Sebuah blok data dimasukan ke dalam input, fungsi pencampuran diterapkan di dalamnya, kemudian pada output kita mencoba mendapatkan “campuran yang baik”. Fungsi campuran sendiri agak lebih sulit untuk dihitung. Algoritma ini menggunakan jumlah RAM  (random access memory) yang lebih besar dibandingkan dengan SHA-256. Memori pada Skrip digunakan untuk menyimpan urutan bit vektor pseudo-acak besar yang dihasilkan pada awal algoritma. Setelah vektor dibentuk, elemen-elemennya dipertanyakan dalam urutan pseudo-acak dan digabungkan dengan yang lainnya untuk memperoleh kunci akhir. 
  • Karena algoritma untuk menghasilkan vektor sudah diketahui, pada prinsipnya, mungkin untuk mengimplementasikan skrip yang tidak memerlukan banyak memori namun menghitung setiap elemennya pada saat referensi. Namun demikian, penghitungan elemen relatif sulit, dan pada saat operasi fungsi skrip, setiap elemen telah siap beberapa kali. Skrip memiliki keseimbangan antara memori dan waktu yang pengimplementasiannya tidak menggunakan memori sangatlah lambat.
 Dalam hal ini, kerumitan buatan yang diciptakan dan kebutuhan memori mengarah pada fakta bahwa alat khusus untuk pertambangan telah menjadi kurang penting dibandingkan dengan alat CPU dan GPU (meskipun kalimat ini dapat secara perlahan diatasi). Idealnya, ekstraksi koin seharusnya dilakukan secara eksklusif pada komputer. Jika anda telah berpikir mengenai konfigurasi apa yang dikumpulkan diri anda untuk pertambangan – maka perlahan-lahanlah. Dalam jaringan, anda akan menemukan banyak informasi mengenai fakta bahwa kartu video ATI mengungguli Nvidia dalam hal secara praktik. Perbandingan harga/campuran kilo pada sisi ATI tidak terlalu berbeda. Meksipun ATI juga memimpin dalam beberapa parameter lain, yang akan menjadi topik dalam artikel yang berbeda.



 Maka untuk menyimpulkan semuanya, faktanya, baik SHA-256 maupun Skrip diciptakan untuk satu tujuan – dengan cara menghilangkan untuk mencapatkan campuran yang bagus, sehingga memperluas blok dan pada akhirnya memperoleh hasil. Namun demikian, tugas diselesaikan dengan cara yang berbeda. SHA-256 mencoba memaksimalkan kemampuan perangkat keras dari alat apapun yang diciptakan untuk ini – semakin tinggi performanya, semakin baik hasilnya. Baiklah, Skrip membutuhkan jumlah memori yang besar dan sebagai hasilnya, performa RAM dan kartu video dipasang pada komputer.

Koin yang paling terkenal diekstraksi dengan bantuan algoritma Skrip: Litecoin, dogecoin, digitalcoin, franco, bottlecaps, dan masih banyak lagi. Popularitas koin-koin tersebut telah meningkat tajam ketika tambang bitcoin berpindah ke alat-alat ASIC. Seluruh penambang yang secara jujur menambang mata uang dengan kartu video menjadi tertinggal, karena peralatan mereka tidak dapat bersaing dalam kategori-kategori berikut ini seperti harga, konsumsi energi, ukuran, kegaduhan (contohnya secara prinsip, dan segalanya). Oleh karena itu, semua yang telah berinvestasi pada peralatan dan tidak memiliki waktu untuk membayar kembali telah beralih ke pertambangan Skrip.

Algoritma yang digambarkan di atas telah digunakan sebanyak lebih dari 90% seluruh mata uang yang diekstrak. Meskipun ada yang lainnya, menurut saya, mereka tidak perlu diperhatikan untuk saat ini. Karena setiap pekan, orang cerdas  lainnya menawarkan algoritma berdaya cipta sehingga mereka tidak dapat diikuti. Saya akan memberitahu anda mengenai aspek yang paling menarik pada artikel berikutnya,

Komentar