Apa yang luar biasa dari Litecoin?



Untuk mereka yang telah menguasai dasar topik ini, telah membaca mengenai artikel ini sebelumnya atau menemukan halaman ini dari pencarian:

Litecoin ("Easy coin") adalah mata uang elektronik peer-to-peer, yang didirikan pada 2011 oleh Charlie Lee dan diciptakan sebagai alternatif lain bitcoin. Saat ini, Litecoin adalah mata uang kripto kedua dari segi popularitas dan kapitalisasi di dunia. Litecoin diciptakan berdasarkan pada bitcoin. Yaitu, pada sebuah protokol tanpa administrasi terpusat. konsep utama dan penerapannya sama namun ada juga inovasi baru.

Sejarah

Apa saja yang diambil sebagai dasar:
  1. Sistem desentralisasi - seluruh transaksi dilakukan oleh pengguna. Tidak ada yang mengendalikannya. Tidak ada bank atau sistem pembayaran lainnya ataupun kelompok individu apapun yang dapat menghilang sewaktu-waktu atau terkena sanksi. Regulasi dari negara atau struktur lainnya benar-benar dikesampingkan.
  2. Anonimitas - mustahil untuk mengetahui secara langsung siapa yang melakukan transaksi.
  3. Penambangan - mustahil untuk memanipulasi nilai tukar dengan mengubah jumlah koin yang beredar. Hal ini karena penambangan tidak memungkinkan hal itu untuk terjadi (jumlah koin dibatasi 84.000.000 keping).
Secara umum, Litecoin diciptakan dan dikembangkan sebagai versi bitcoin yang lebih baik, karena pendahulunya tersebut memiliki kekurangan dan kelemahannya tersendiri. Oleh karena itu, dalam Litecoin mereka berupaya untuk memperbaiki kekurangan dan kelemahan tersebut dan menambahkan beberapa chip:

  1. Kecepatan transaksi dinaikkan karena blok tergabung 4 kali lebih sering (sekitar setiap 2,5 menit). Oleh karena itu, transaksi menjadi lebih cepat dan distribusi hadiah antara pool menjadi lebih dan semakin sering (karena unit bergabung lebih sering). Distribusi persentase remunerasi setara dengan persentase kapasitas pool terkait dengan sistem. Dengan kata lain, Anda akan mendapatkan banyak daya dalam mengatasi permasalahannya, contohnya decoding blok. Hal ini jelas menjadi faktor positif. Namun, terdapat kelemahannya. Blok menjadi 4 kali lebih besar dan dibutuhkan ruang memori yang lebih besar 4 kali lipat untuk menyimpan data. Kelemahan kedua adalah bahwa para penambang litebox bekerja lebih lama untuk mengosongkan waktu. Hal ini karena saat unit terhubung, dibutuhkan waktu untuk mengirimkan data ke pengguna lainnya. Saat ini, ketika menggabungkan dan mengirim surat, kerja penambang kosong. Oleh karena itu, hal ini lebih sering terjadi sebagai hasil dari meningkatnya waktu  'kosong' (idling).
  2. Rekalkulasi kompleksitas terjadi 4 kali lebih sering (sekitar setiap 3,5 hari). Kemudian, terdapat 2 sisi koin: pertama adalah jika terjadi variasi yang tiba-tiba dalam kompleksitas (contohnya, para penambang tiba-tiba meninggalkan ekstrasi mata uang dalam jumlah besar atau dalam jumlah yang sama besarnya yang banyak digunakan oleh pengguna baru) sistem akan kembali ke kompleksitas medium. Jika terdapat arus keluar penambang - kompleksitas berkurang, namun arus masuk 'darah baru' yang besar datang - maka kompleksitas meningkat. Jumlah penambang kembali ke indikator rata-rata mereka - sistem menyesuaikan nilainya. Memang benar bahwa perilaku ini menyebabkan fluktuasi nilai tukar mata uang. Sebagai contoh, semakin banyak penambang yang terhubung pada akhir pekan maka kompleksitas pun naik. Pada hari kerja, jumlah penambang berkurang dan kompleksitaspun menurun. Namun, semakin rendah tingkat kompleksitas, maka semakin sering blok ditandai dan waktu down (downtime) akan semakin sering. Ini adalah sisi kedua dari koin.
  3. Seperti yang saya katakan sebelumnya, 84 juta koin memulihkan 21 juta dari bitcoin.
  4. Perbedaan antara jenis enkripsi. Saya telah membicarakan mengenai poin ini dalam sebuah artikel mengenai algoritma kripto dan menyebutkan bahwa Litecoin dan derivatifnya bekerja pada algoritma Scrypt. Fitur pembeda utama dari aloritma Scrypt adalah algoritma tersebut menggunakan memori komputer dan algoritma SHA-256 sebagai subrutinnya, yang menggunakan sumber daya komputer secara bergiliran. Dan di sinilah keunggulan terbesarnya. Perangkat ASIC untuk scripting memiliki efisiensi yang jauh lebih kecil dari ASIC pada SHA256. Dengan begitu, anda tidak bergantung pada produsen perangkat ASIC, yang dengan cepat menambah topik dan setiap bulan merilis perangkat baru. "Sudahkah anda membeli perangkat dengan chip berusia 2-3 bulan? Ya, anda telah tertipu - chip ini sudah tidak lagi ditambang." - kurang lebih begitulah situasi dalam SHA256 Minge. ASIC tidak lagi sanggup melakukan apapun selain menambang. Namun, kartu video atau prosesor dapat dijual atau digunakan untuk tujuan lain.

Kesimpulan

Litecoin tentu saja lebih baik dalam sebagian aspek dibandingkan dengan pendahulunya. Kecepatan, keamanan, jumlah koin dan yang terpenting, kemungkinan untuk menambang peralatannya sendiri dan bukan 'miner' khusus. Namun, bitcoin masih jauh lebih populer. Karena itu, jalurnya lebih tinggi. Namun, kombinasi dari beberapa faktor ini (popularitas mata uang, nilai tukar yang tinggi, kerentanan keamanan) membuatnya menjadi target pertama peretasan untuk menarik uang.

  • Pada Februari 2014, Silk Road 2.0 mengumumkan bahwa mereka telah mencuri $2,7 juta karena kerentanan bursa, yang dapat digunakan untuk melakukan transaksi sebanyak dua kali. Serangan pada Silk Road 2.0 bukanlah satu-satunya, bursa Mt.Gox juga mengalami serangan yang hampir sama dalam periode waktu yang sama. Karena rentetan serangan ini, bitcoin turun di bawah $600 per koin. Dalam gilirannya, Litecoin mampu bertahan dari serangan ini dengan kerugian minim. (Catatan editor: Bug tidak ada dalam mata uang kripto, tapi dalam bursa saham).
Dalam dunia dimana pencurian, penipuan dan spekulasi tumbuh subur, proteksi sangatlah penting. Bank-bank menghabiskan ratusan juta, bahkan miliaran dolar untuk keamanan sistem mereka dari para scammer, namun mereka masih dapat membongkar proteksi tersebut dan mencuri uang. Dalam mata uang kripto, meski tidak ada proteksi jor-joran seperti itu, namun proteksi tidak sepenuhnya kuat. Saat ini, dunia belajar dari peristiwa yang terjadi pada mata uang terdahulu. Namun, saat ini dapat dikatakan dengan penuh keyakinan bahwa Litecoin memiliki risiko yang lebih rendah terhadap serangan tersebut dibandingkan dengan bitcoin.

Komentar